Image

SATU KTP NASIONAL

ektp

Image

PEREKAMAN E-KTP

ektp2

PAWAI MOBIL HIAS KOTA MALANG TAHUN 2016

IMG-20160821-WA0001

IMG_20160825_091100KLOJEN – Pemerintah Kota Malang untuk merayakan  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Republik Indonesia, mengadakan serangkaian acara salah satunya yang ditunggu warga Malang adalah pawai kendaraan hias. Pawai  diselenggarakan pada tanggal  21 Agustus 2016. Acara yang dilaksanakan setiap tahun ini mengundang antusias warga Malang, hal ini dapat dilihat dari ramainya warga Malang menyaksikan pawai ini sepanjang jalan yang menjadi rute pawai yaitu  Jl Tugu depan Balai Kota Malang – Jl Kahuripan – Jl Semeru (Stadion Gajayana) – Jl Ijen – Jl Bandung dan berakhir di Jl Veteran.

Tema yang diusung Kecamatan Sukun Tidak seperti tahun lalu Kerajaan Kanjuruan, Tahun ini Mobil Hias Kecamatan Sukun Semarak dengan Bunga Teratai yang cukup Besar.

Feb 13

Berjiwa Besar

6

Berfoto bersama setelah penyerahan dokumen

Dengan semangat dan kesungguhan diiringi aksi teatrikal warga Kelurahan Bandungrejosari,  elemen masyarakat dan Pemerintaah Kecamatan Sukun menyerahkan dokumen otonomi awards 2016 untuk Kecamatan Sukun di Kantor Radar Malang J Arjuno 23 Malang Jumat (12/02) siang .

Acara ini menjadi moment berharga bagi Pemerintah Kota Malang disaat yang tidak terlalu lama Pemerintah Kota Malang akan menjadi Lahan Pamer lebih dari seratus Kota Kreatif dari seluruh Tanah Air dan Manca Negara. Hal ini ditampakkan oleh Pemerintah Kecamatan yang atraktif dengan kekuatan “Tiga Pilar” dalam aksi teatrikal yang diikuti oleh lebih kurang 90 orang warga Kelurahan Bandungrejosari. Dengan membawa sapu dan meneriakkan yel-yel mereka mengawal Tiga Pilar Camat, Danramil dan Kapolsek) dan 10 Lurah di Kecamatan Sukun menuju Gedung Radar Malang,

DSC_0550Senyatanya kegiatan ini menunjukkan aksi moral dimana kekuatan peran Pemerintah dan masyarakat bersama stake holder Pembangunan lainnya. Dan dari keterangan tim pengarah aksi teatrikal Puryanto, yang juga Ketua LPMK Bandungrejosari, kegiatan yel-yel dengan membawa sapu dan gerakan menyapu adalah berkaitan dengan pesan moral untuk menjadi bersih, sehat  dengan semangat kejujuran dan pantang menyerah untuk sesuatu yang baik. Dan suara lantang yang tidak memakai pengeras suara ingin memberikan pesan bahwa suara kita massih cukup keras untuk berteriak. Artinya masih semangat. Apalgi mengawal Ibu Camat Sinarni S IP, MM yang di “kawal ” oleh Danramil Sukun dan Kapolres Sukun didepan barisan. Serta Bhabinkamtibmas, Babinsa  serta perwakilan Lembaga Kemasyarakatan (RW, RT, BKM, LPMK dan PKK) yang semua memegang sapu dan meneriakkan yel-yel.

Older posts «