Jan 31

Musrenbang Kelurahan Bandungrejosari

DSC_0039Bertempat di Balai Kelurahan Bandungrejosari Jl Raya Kepuh 30 Malang, Sabtu (30/01) dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan dengan menghadirkan elemen kelembagaan dan pemangku kepentingan di Kelurahan Bandungrejosari. Rangkaian kegiatan musyawarah warga Kelurahan ini dihadiri secara pribadi oleh Camat Sukun Sinarni SIPP MM didampingi Danramil Sukun dan Kapolsek Sukun. Disamping beliau juga narasumber dari Badan Perencanaan Daerah Kota Malang dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB Kota Malang.

Camat Sukun dalam uraian mengantar Musrenbang Kelurahan ini menyampaikan  bahwa rangkain pembangunan Kota Malang ini memang dimulai dari rembug warga. Rembug-rembug ditingkatan RT dan RW inilah kemudian dibawa ke forum Kelurahan Bandungrejosari untuk kemudian menyepakati prioritas dan membaginya dalam bidang lingkungan sosial kemanusiaan dan ekonomi. Dan rencana kegiatan pembangunan di tahun 2017 akan dialokasikan dana sebesar 5% dari APBD Kota Malang. Atau sekitar 1,5 Milliar. Untuk itu diperlukan perencanaan dan sistem manajemen pembangunan yang baik dan benar, sehingga sejumlah anggaran tersebut dapat diserap dan memenuhi kriteria manfaat di masyarakat.

DSC_0049

Serius mendengarkan paparan Muspika Sukun dalam mengantar Musrenbang Kelurahan Bandungrejosari

Sedangkan disisi keamanan dan kenyamanan warga, diingatkan oleh Kapolsek Sukun bahwa secara umum tingkat kerawanan dari 2014 ke 2015 cenderung menurun dan beberapa parameter sudah nihil alias tidak ada kejadian. Semisal Judi dan Pencurian dengan kekerasan. Namun tetap diingatkan bahwa setiap kejahatan selalu diawali dengan adanya kesempatan. Untuk itu peluang kejahatan tetap masih ada, namun bila keamanan dan kenyaman dilaksanakan secara bersama maka aparatur keamanan (baik TNI dan POLRI) akan lebih mudah untuk melokalisir.

Demikian juga Danramil Sukun pun menegaskan bahwa aliran sesat yang berkedok keagamaan ataupun yang sifatnya penggalangan massa sekarang sudah masuk dalam kegiatan sosial. Untuk itu beliau mengingatkan untuk tetap membagi informasi dikesempatan apapun dan tidak memberikan celah sedikitpun untuk mengganggu program pembangunan di Kelurahan Bandungrejosari dan Kecamatan Sukun secara keseluruhan.

Jan 27

Kota Malang juga Kota Pintar

concept miniature globe showing the various modes of transport and life styles in the world, isolated on white background

Perkembangan jumlah peduduk Kota Malang yang bertambah dari tahun ke tahun mengharuskan Pemerintah Kota Malang membangun satu konsep yang dapat diminati dan dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan dalam mewujudkan kesejahteraan warganya.

Tuntutan menjadi Kota Pintar (Smart City) menjadikan Pemerintah Kota membuat berbagai kegiatan yang dapat menarik dukungan masyarakat dalam upaya peningkatan kenyamanan dan kesejahteraan. Dalam kebijakan Walikota Malang 2013 – 2018 tercantum slogan Malang Bermartabat, sebagai satu upaya yang dapat dilakukan bersama, berbagi peran untuk kemudian menikmati hasilnya secara bersama.

Setiap kota memiliki latar belakang budaya yang berbeda, dan masalah yang berbeda pula, maka dari itu penyelesaian dan penanganan masalah sosial tiap kota akan berbeda satu sama lain. Namun Smart City Platform dengan sistem yang terintegrasi akan dapat menciptakan interaksi yang cepat dan tepat sasaran antara pemerintahan sebagai penentu kebijakan, masyarakat sebagai penerima manfaat, serta teknologi yang membangun konektivitas, sehingga akan tercapai suatu solusi yang efektif.

Penerapan teknologi yang tepat guna di dalam pengembangan Smart City dipercaya akan berdampak pada peningkatkan pelayanan publik, khususnya di dalam mengatasi berbagai permasalahan perkotaan seperti kesehatan, pendidikan, polusi, sampah, transportasi dan lainnya. Hal ini pun senada dengan riset Bank Dunia yang menyatakan bahwa Peran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) akan mampu mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi, dimana peningkatan penetrasi broadband sebesar 10 persen memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) sekitar 1,21 persen hingga 1,38 persen.

Platform ini dipercaya akan dapat menjadi sumber informasi pemerintah di dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat berdasarkan informasi real time yang dikirimkan oleh sensor-sensor yang terhubung dalam satu kesatuan sistem.

Ada tiga hal yang diperlukan untuk membangun Smart City. Yang pertama, masyarakat sebagai pengambil keputusan. Kedua, proses merupakan tata kelola dan peraturan yang diperlukan berupa data dan aspek-aspek sebelum pengambilan keputusan, Yang ketiga, teknologi digunakan untuk mengimplementasikan dan mengoptimalkan penggunaannya dalam mengatasi setiap masalah.

Setidaknya ada enam indikator yang bisa dicapai. Pertama, smart living(gaya hidup cerdas, yang mengutamakan kecermatan, kepraktisan, dan kreativitas). Kedua, environment (lingkungan). Ketiga, utility (prasarana). Keempat, economy (ekonomi). Kelima, mobility (mobilitas). Keenam,people (manusia atau masyarakat).

 Ario@monoari8

Jan 27

Berkompetisi menuju Malang Smart City 2016

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan pemahaman diri tentang potensi Kecamatan dan Kelurahan, Program Otonomi Awards Kota Malang 2016 kembali bergulir kembali. Demikian disampaikan Camat Sukun Sinarni, SIP MM di depan stake holder Kecamatan Sukun Selasa, 26 Januari 2016.

Program yang bertajuk Reformasi Kota Malang menuju Smart City, kembali mengkompetisikan Kelurahan dan Kecamatan di Kota Malang dalam manajemen Pemerintahan dan Pemberdayaan dengan mengedepankan aspek Inovasi dan Kreativitas berbasis potensi kewilayahan yang ada. Tujuan dalam RPJMD 2018, khususnya Malang ber Martabat, dapat dipercepat dengan beberapa kegiatan. Salah satunya adalah Program Otonomi Awards Kota Malang 2016.

Rapat koordinasi ini bertujuan memberikan pemahaman pada stake holder tentang penggalian potensi wilayah, berbasis kegiatan (dirupakan dalam 10 Bidang Penilaian). Parameter dimaksud diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kapasitas dan potensi Kecamatan Sukun dalam mendukung kebijakan Walikota di tahun 2016.

Penilaian kompetisi ini mengacu pada data dan fakta yang sudah dilakukan lurah dan camat tahun 2014 dan 2015. Data yang dimaksud itu antara lain di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, dan kesejahteraan keluarga.

Sep 08

SEMARAK KEMERDEKAAN RI KE-70 DI KECAMATAN SUKUN

DSCN7641SUKUN- Meskipun HUT RI Ke-70 sudah berlalu, namun nampaknya uforia dan semangat kemerdekaan masih terasa di Kecamatan Sukun. Pada 28 Agustus yang lalu Kecamatan Sukun mengadakan beberapa kegiDSCN7623atan lomba yang diikuti oleh staf Kelurahan dan Kecamatan serta Muspika Kecamatan Sukun. Meskipun lomba sederhana namun para peserta antusias dalam mengikuti serangkaian acara yang mana dimulai dengan jalan sehat sampai selesai. Kegiatan ini bertujuan selain untuk memperingati HUT RI Ke – 70 juga untuk mempererat persatuan dan semangat sportifitas.

Older posts «

» Newer posts